KJRI Los Angeles memberikan pelayanan kekonsuleran terpadu pada WNI dan ABK asal Indonesia yang berada di Honolulu dan sekitarnya pada tanggal 11 dan 12 Juli 2016. Pendekatan pelayanan melalui metode ‘jemput bola’ ini bertujuan untuk memudahkan para WNI yang kesulitan untuk datang langsung ke KJRI Los Angeles, sekaligus kesempatan untuk memberikan penjelasan lengkap tentang SIMKIM dan keamanan dokumen paspor.

 

Berdasarkan data lapor diri, saat ini diperkirakan WNI yang berada di negara bagian Hawaii berjumlah sekitar 1.200 orang. Pada saat dilakukan pelayanan, terdapat 185 ABK asal Indonesia yang sedang berlabuh di Hawaii. Mereka merupakan ABK pertama yang mendapatkan paspor biometrik yang dikeluarkan di Hawaii. Pelayanan kepada para ABK tersebut dilakukan saat KJRI Los Angeles mendatangi kapal-kapal nelayan yang tengah berlabuh di Pier 17 dan 37, Honolulu, Hawaii.

Pada umumnya, para ABK tersebut telah berlayar selama 2-10 tahun dan sebagian besar berasal dari Jawa. Rute perjalanan yang mereka tempuh dari Indonesia hingga ke Hawaii tidak mudah. Mengingat mereka tidak mempunyai visa Amerika Serikat, para ABK tersebut tidak diizinkan untuk keluar dari wilayah tempat kapal mereka berlabuh. Oleh karena itu, mereka sangat berterima kasih dan mengapresiasi pelayanan di kapal nelayan yang dilakukan oleh KJRI Los Angeles. Selain pelayanan, KJRI Los Angeles juga memberikan sosialisasi mengenai bidang kekonsuleran lainnya, seperti lapor diri.

Sistem pelayanan paspor secara biometrik melalui SIMKIM di KJRI Los Angeles mulai diberlakukan sejak akhir 2014. Melalui sistem ini, pemohon yang ingin memperoleh paspor atau memperpanjang masa berlaku paspornya memberikan data biometrik secara langsung berupa sidik jari dan retina mata. Melalui SIMKIM, diharapkan dapat tercipta keamanan dalam proses penerbitan paspor karena data pemohon terpusat di Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, WNI dapat terhindar dari kecurigaan penyalahgunaan paspor akibat paspornya tidak terbaca oleh pemindai paspor di negara lain karena penerbitan paspor telah sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).